Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Masih Pedulikah?

Hai, apa kau masih ingin membaca tulisanku? Tidak ya? Cukup sudah. Kau cukupkan saja sampai sini membacanya. Karena aku tahu kau akan semakin membenciku. Kau ingat saat kau pergi tanpa mengucap sepatah kata pun? Di akhir bulan kesebelas. Apa kau masih ingat? Aku tak pernah melupakannya. Tidak sedikit pun. Ya, kau pergi tanpa sepatah kata pun. Meninggalkan seonggok manusia hina tanpa makna yang masih memiliki perasaan. Tapi apa kau tahu suasana hatinya saat itu? Kau tahu perasaannya saat itu? Apa kau memikirkannya? Tidak. Kau hanya pergi begitu saja tanpa pamit. Tanpa menjelaskan apa yang terjadi. Teganya. Ah tidak tega. Untuk seseorang yang tak pernah kau cintai dan sayangi, mungkin itu adalah salah dirinya sendiri. Tapi ia tak mau menyalahkanmu. Bodoh sekali kau! Sudah jelas ia menyakiti perasaan dan hatimu, masih kau bilang itu salahmu?! Dasar goblok! Perasaanmu mengalahkan akal sehatmu! Ah, memang, manusia kalau sedang jatuh cinta, gobloknya ga ketulungan. Bahkan ...

Bolehkah aku?

Bolehkah aku bercerita sedikit bagaimana rasanya mencintaimu dengan sederhana? Tidak boleh ya? Baiklah, jika kau yang meminta. Karena kutahu, kau takkan pernah menyukai tulisanku yang sangat sederhana ini. Setidaknya, semoga kau mengerti beberapa hal yang diriku sendiri tak akan paham. Hehe. Kusimpan masa demi masa. Tak mudah tuk terlupa. Awal saat kita bertemu, sudah cukup lama. Lama sekali. Tapi aku masih ingat bagaimana senyum yang terpancar dari wajahmu saat itu. Saat kali pertama kita bertegur sapa, saat kali pertama ku melihat cantiknya dirimu, semuanya masih nampak jelas dalam memoriku yang sangat terbatas ini. Saat itu, kita memang belum saling mengenal. Memang, lagipula untuk apa kau mengenal makhluk sepertiku. Tidak jelas dan tak ada apa-apanya. Penampilanku yang hina ini memang tak akan pernah membuatmu suka. Apalagi untuk sekedar membuatmu tersenyum meski sedikit. Persetan dengan semua itu. Yang jelas saat itu, aku baru percaya pada cerita Jaka Tarub dan 7 b...