Hai, apa kau masih ingin membaca tulisanku? Tidak ya? Cukup sudah. Kau cukupkan saja sampai sini membacanya. Karena aku tahu kau akan semakin membenciku. Kau ingat saat kau pergi tanpa mengucap sepatah kata pun? Di akhir bulan kesebelas. Apa kau masih ingat? Aku tak pernah melupakannya. Tidak sedikit pun. Ya, kau pergi tanpa sepatah kata pun. Meninggalkan seonggok manusia hina tanpa makna yang masih memiliki perasaan. Tapi apa kau tahu suasana hatinya saat itu? Kau tahu perasaannya saat itu? Apa kau memikirkannya? Tidak. Kau hanya pergi begitu saja tanpa pamit. Tanpa menjelaskan apa yang terjadi. Teganya. Ah tidak tega. Untuk seseorang yang tak pernah kau cintai dan sayangi, mungkin itu adalah salah dirinya sendiri. Tapi ia tak mau menyalahkanmu. Bodoh sekali kau! Sudah jelas ia menyakiti perasaan dan hatimu, masih kau bilang itu salahmu?! Dasar goblok! Perasaanmu mengalahkan akal sehatmu! Ah, memang, manusia kalau sedang jatuh cinta, gobloknya ga ketulungan. Bahkan ...