Langsung ke konten utama

Mimpi Indahku

Ada suatu waktu
di mana setiap mentari terbit
mengartikan sebagai hari yang cerah
Namun ketika mentari pagi menyambut
dengan jingga kekuningannya
membuatku terbangun dari alam mimpiku
Ku bersyukur pada-Nya atas hidup dan cinta
serta langit keemasan untukku
Kini ku berdoa semoga
bintang-bintang bersinar cerah malam ini
Kulihat dirimu
dalam mimpiku
dan mencintaiku
Andai saja aku bisa terlelap malam ini
setidaknya aku mampu berpura-pura
kau mencintaiku
Karena saat bintang-bintang bertebaran
adalah saat yang membuatku bahagia
Kau ada dalam mimpiku
Ku tetap berharap
Ketika ku terbangun
dari mimpi indahku
kau berbaring di sisiku
menemaniku dalam mimpi indah
bersamamu
Dan melayangkan sebuah kecupan
Kau membuatku hidup kembali

-Pecinta kereta-
Kota Satria, 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah aku?

Bolehkah aku bercerita sedikit bagaimana rasanya mencintaimu dengan sederhana? Tidak boleh ya? Baiklah, jika kau yang meminta. Karena kutahu, kau takkan pernah menyukai tulisanku yang sangat sederhana ini. Setidaknya, semoga kau mengerti beberapa hal yang diriku sendiri tak akan paham. Hehe. Kusimpan masa demi masa. Tak mudah tuk terlupa. Awal saat kita bertemu, sudah cukup lama. Lama sekali. Tapi aku masih ingat bagaimana senyum yang terpancar dari wajahmu saat itu. Saat kali pertama kita bertegur sapa, saat kali pertama ku melihat cantiknya dirimu, semuanya masih nampak jelas dalam memoriku yang sangat terbatas ini. Saat itu, kita memang belum saling mengenal. Memang, lagipula untuk apa kau mengenal makhluk sepertiku. Tidak jelas dan tak ada apa-apanya. Penampilanku yang hina ini memang tak akan pernah membuatmu suka. Apalagi untuk sekedar membuatmu tersenyum meski sedikit. Persetan dengan semua itu. Yang jelas saat itu, aku baru percaya pada cerita Jaka Tarub dan 7 b...

Kembali ke hakikatnya

Idul Fitri, hari yang paling dinanti setiap orang setelah puasa. Begitu pun aku. Selalu menanti datangnya hari ini. Dimana setiap orang bisa merasakan nikmatnya makan dan minum di siang hari tanpa harus sembunyi-sembunyi lagi. Namun, bagi sebagian orang Idul Fitri bukan selalu menjadi hal yang dinanti. Bagi sebagian mereka, Idul Fitri adalah waktu yang menyedihkan. Mereka takut apabila tak bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan. Begitu pula diriku. Namun, setiap hari bagiku adalah hari biasa. Tak ada yang spesial. Semua sama rasanya. Tak ada hari-hari yang lebih wow dari biasanya. Bahkan di hari yang menurut setiap orang adalah spesial, hari ulang tahun. Bagiku semua sama saja. Karena tahun-tahun berlalu rasanya masih sama saja. Tak pernah ada bedanya. Semua dilalui dengan perasaan sepi dalam diri. Memang, di luar tampak ramai, tapi apa tahu apa yang dirasa dalam diri? Idul Fitri tahun ini pula aku hanya berharap datang sebuah keajaiban, keajaiban yang hanya aku yang tahu. T...