Hari itu hari Jumat, tanggal 9 Maret
2012. Hari terakhir anak-anak belajar di sekolah yang membosankan selama
seminggu. Hari itu juga Gue melakukan sesuatu yang luar biasa saat pulang
sekolah. Apa itu? Ini ceritanya.
Saat
itu Gue masih sekolah di SMP, Gue masih kelas 9. Dan masih menunggu saat-saat
Ujian Nasional. Gue memanfaatkan waktu luang tersebut buat ‘cari-cari’. Sebenernya, Gue
udah ngincer dia kalo ga salah dari bulan Oktober tahun lalu. Dan ternyata, dia
juga anggota PMR di sekolah. Dari situ Gue jadi merasa sedikit ada ‘peluang’ dan Gue mencoba ‘mencari info’ via temen Gue
Iqbal. Namanya adalah Rhae. Dan ternyata dia udah punya, yaudah Gue terpaksa
nunggu waktu. Kira-kira 1 bulan kemudian, Gue sempet dibikin shock ketika Gue
tau dia udah punya yang baru! Yap, harapan Gue sia-sia. Mulai dari situ, Gue
juga nyoba buat cari yang lain. Tapi, ga ada yang pas lah -__- yaudah deh, Gue
nunggu dia lagi aja. Gue mencoba buat ‘modusin’ dia. Caranya pun sedikit bego
dan autis. Apa? Karena di sekolah gue kebanyakan aktif di situs jejaring sosial
Twitter, yaudah Gue coba taruhan sama dia. Kalo seandainya dia follow akun
Twitter Gue kurang dari seminggu, dia akan Gue kasih duit Rp20.000. Akhirnya,
dia setuju. Dan kita ‘berjabat tangan’ sebagai tanda setuju. Sebenernya itu juga sebagian bentuk modus. Hehe.. Selama 3 bulan, Gue nungguin aja kaya Jones
yang nungguin hujan turun -__- ketika gue udah yakin akan ‘mengeksekusi’ dia,
gue coba minta saran dari Iqbal dan Farhan. Dan, Gue sempet dikasih beberapa
info dari si Zulfa, temen baiknya. Si Zulfa ceritain sedikit tentang dia kalo
dia gamau di ‘bla bla bla’ in. ‘Padahal dia kan udah punya pacar, kok gitu ya?’
pikir Gue dalam hati. Yaudah, si Zulfa cerita lagi beberapa tentang dia. Begitu
selesei dengerin cerita si Zulfa, Gue jadi semakin yakin buat ‘mengeksekusi’
dia. Kalo berdasar rencana Gue, gue mau mengeksekusi dia hari Kamis tanggal 8
Maret 2012. Tapi, Gue masih belum yakin. Dan si Farhan bilang, yaudah besok aja
Toy. Yaudah Gue bilang aja “Besok nih Del, Gue bakalan tembak dia!”. “Awas lu
Toy kalo besok ga nembak dia, gue bacok lu!” kata Farhan. “Oke.. jadi sama
Gue!!” jawab Gue santai dengan sedikit ga yakin.
-Keesokan harinya-
Sebelum sholat Jumat, udah waktunya
pulang di sekolah Gue. Tapi tidak dengan kelas Bilingual, dia masih ada waktu
sampe jam setengah 3 sore. Untung aja Gue anak Reguler, bisa pulang cepet.
Berhubung hari ini Gue juga mau mengeksekusi dia, akhirnya Gue tunggu dia sampe
waktunya dia pulang nanti. Lalu, Gue naruh tas di kelas dan langsung ngacir ke
Masjid di sekolah Gue. Setelah Sholat Jumat, temen-temen Gue ada yang main
bola, ada yang ngobrol di bawah pohon, tapi Gue? Gue nyiapin diri buat nanti
x_x takut cuy.. ketika bel pulang sekolah buat kelas Bilingual berbunyi, Gue
jadi semakin deg-degan. Banyak anak-anak yang masih belum pulang. Tiba-tiba si
Farhan “Toy, udah pulang nih. Udah cepetan sana!” lalu Gue jadi semakin ga
yakin. Kemudian si Farhan narik tangan Gue dan diseret ke lantai atas. Emang
karena kelas si dia ada diatas. Ketika Gue diseret Farhan, banyak temen-temen
Gue dan temen-temennya yang memandang kearah Gue. Ketika sampai di depan pintu
kelasnya, Gue udah disambut dengan teriakan histeris temen-temen Gue -___- dan, Gue masih belum ngomong satu kata
pun. “Udah Toy, bilang aja langsung!” kata Farhan di belakang Gue. “ Tapi Gue
harus bilang apa? ” sambil berbisik ke Farhan. ‘Bilang apa yang biasanya
orang-orang bilang kalo nembak’ kata Farhan setengah berbisik. Oke, kemudian
Gue terdiam. Dan temen-temen dia sudah mulai membuat bentuk lingkaran dengan
Gue dan dia ditengahnya. Banyak orang yang melihat kejadian ini. Mulai dari
temen-temen, orang tua murid yang menjemput anaknya, sampai seorang guru yang
melihatnya. Lebih dari sepuluh menit Gue terdiam, kemudian Gue mulai bilang “ Re, Kamu mau ngga jadi
pacarku? “ dengan nada yang gugup dan gemetaran. Dan seketika temen-temennya
mulai bersorak-sorak “ Terima! Terima! Terima! “ bagaikan orang demo. Gue masih deg-degan dengan kalimat yang barusan Gue ucapin. Gue mulai mikir gemana kalo nanti Gue ditolak. Dan Gue
dengan mulut yang tak bersuara bilang ke dia “ Bagaimana? “ lalu dia menjawab
dengan tanpa suara “ Mau kapan? Sekarang jawabnya?” dan Gue bilang “ Ya terserah
kamu aja. Sekarang juga gapapa. Atau kapan aja”. Kemudian dia senyum dan mendekat lalu menepuk pundakku sambil membisikkan
jawabannya di dekat Gue dengan malu-malu. “ Iya. ” Itulah katanya dan dia
kemudian masuk kembali ke dalam kelas. Kau tau rasanya ketika dia bilang “ Iya
” ? campur aduk semua rasa. Mulai dari senang, sampai gemetar yang tadi pun
masih terasa. Dan ketika dia sudah kembali ke dalam kelas, Gue pun turun ke
bawah sambil senyam-senyum. Ketika sudah sampai dibawah, banyak temen Gue yang
ngucapin selamat. Hehe.. maklum, namanya juga temen. Kalo yang satu seneng,
yang lain juga merasa seneng. Gue masih belum pulang, karena langit mendung dan
akhirnya hujan. Yaudah, Gue nunggu sampe hujan reda. Hujan baru reda sekitar jam
3 lebih. Saat hujan reda, Gue pulang duluan karena dia ada jadwal paduan suara
di Aula Sekolah setiap hari Jumat. Sepanjang jalan, Gue masih terbayang
kejadian tadi. Dan ketika sampe dirumah, Gue diomelin sama ibu Gue karena
pulang telat. Tapi omelan Ibu Gue bagaikan rutinitas aja. So? Santai aja.
Hehe..
Komentar
Posting Komentar